Pelajaran Dari Sungai Kerit

1 Raj 17: 1-6

Ini saat pertama kali Elia muncul sebagai nabi. Ia datang bernubuat di depan raja Ahab. Ia datang dengan penuh kuasa. Sekarang Tuhan memintanya untuk menarik diri dari pelayanan yang sudah mulai diketahui umum dan menyendiri di sungai kerit.

Elia bisa saja berkata,” Tuhan sekarang bukan saatnya untuk menyepi. Banyak bangsa membutuhkan saya. Apalagi raja Ahab akan berpikir saya pengecut, habis bicara menyembunyikan diri. Tidak, tidak, Tuhan ini bukan saat yang tepat.”

Saudara kadang Tuhan menyuruh sesuatu yang tidak pas buat kita. Tapi kita harus belajar untuk taat seperti Elia. Mengapa Allah bawah Elia kesungai Kerit, disaat ia baru mulai merintis panggilan Allah dalam hidupnya. Ada pelajaran yang sangat berharga yang Tuhan sediakan dari sungai Kerit.

Kerit mempunyai arti diasingkan, dipisahkan, tempat pengasahan.

Elia dibawa Tuhan ke sungai Kerit bukan untuk liburan ataupun berakhir pekan. Tetapi itu adalah tempat dimana Elia diasingkan, seorang diri, jauh dari keramaian/public, sendiri hanya dengan Tuhan. Ia disuruh Tuhan untuk tinggal disana selama beberapa waktu. Kita lihat dalam alkitab, Allah sering menarik hamba-hambaNya dari keramaian, diasingkan ke tempat sunyi untuk berdua hanya dengan Tuhan dalam hadiratNya.

Contoh Yesus sendiri mempunyai kebiasaan untuk menarik diri ke tempat terpencil untuk berdoa, untuk tinggal beberapa lamanya dalam hadirat BapaNya (Lukas 5:16)

Filipus, setelah penginjilan besar-besaran yang penuh dengan kemenangan dan mujizat spektakuler diperintahkan Tuhan untuk pergi ke padang gurun yang sunyi yang terletak antara Yerusalem dan Gaza (Kis 8:26).

Ada kira-kira delapan kata menunggu dalam alkitab yang artinya berkisar antara: mencari, mengharap-harapkan sesuatu, tinggal tetap, tabah, duduk diam, contoh:

Paulus setelah bertobat menyendiri selama tiga tahun untuk makin megenal Tuhan.

Rasul-rasul menunggu dalam doa dan penyembahan selama 10 hari diatas loteng di Yerusalem.

Yusuf diam menunggu Tuhan di penjara selama 2s/d 3 tahun

Musa tinggal di padang gurun selama 40 th sebelum Allah memanggilnya.

Banyak ayat-ayat yang berbicara tentang menanti di dalam hadirat Tuhan. Contoh: Maz 37:7

Ada sebuah panggilan yang lain dari Allah (bukan sebagai nabi, penginjil) tapi seruan untuk menyendiri dengan Allah. Mengasingkan diri di dalam hadirat Allah untuk sekian waktu lamanya. Bukan sekedar lima menit. Ingat Elia dibawah ke kerit bukan untuk liburan. Tapi “tinggal”. Ini bukan sebuah pilihan tapi panggilan.

Ada suara Tuhan yaitu panggilan yang satu ini yang sering tidak terdengar bahkan tidak mau kita dengar.

Mengapa Tuhan panggil kita ke Sungai Kerit? karena di Sungai Kerit ada pelajaran-pelajaran berharga:

1. Sungai Kerit merupakan tempat persiapan. Di saat kita berdua dengan Tuhan, tenggelam dan tinggal di dalam persekutuan yang intim dengan Dia, menanti di hadapanNya, mendengar suaraNya, tanpa kita sadari kita sedang dipersiapkan untuk visi yang lebih tajam, rencana-rencan Allah yang lebih besar.

Setiap kali Musa keluar dari tempat pengasingannya dengan Tuhan, Musa diikuti dengan demontrasi kuasa Allah yang lebih dahsyat, untuk mengalami perkara-perkara yang lebih hebat lagi dengan Tuhan.

Filipus, menginjili sida-sida dari Ethiopia yang kelak menjadi penentu penginjilan dan pertobatan besar di Afrika. Saat kita mau bayar harga untuk tinggal dalam hadiratNya, saat keluar, ada mujizat-mujizat yang lebih dahsyat menunggu kita.

2. Kerit mengasah hidup kita. Dalam Yesaya 6:5 Saat Yesaya bertemu Tuhan dalam hadiratNya, Yesaya menjadi terbuka dan melihat betapa banyak hal yang tidak benar dalam hidupnya. Itu sebabnya ia merasa sebagai orang yang najis bibir. Ketika kita tinggal di dalam hadirat Tuhan, Tuhan mulai membukakan mata kita terhadap hal-hal yang tidak benar dalam hidup kita. Ia menegur, mengkoreksi, mendisiplin kita. Di dalam hadiratNya, tidak ada dosa yang dapat bertahan.

Kembalilah pada panggilan kita yang terutama, yaitu tinggal dalam hadiratNya. Bangunlah kembali “Sungai Keritmu” maka engkau akan menyaksikan disana Tuhan akan mengirimkan burung-burung gagak untuk memberi engkau makan…!!!Mulailah menikmati banyak keajaiban saat engkau mulai suka tinggal dekat dengan Dia.




Red Light

Kira-kira beberapa minggu sebelum berangkat ke Holland, Tuhan berbicara mengatakan bahwa ada tugas yang harus kukerjakan disana. Aku tanya tugas apa tapi Tuhan cuma bilang nanti setelah disana baru Ia beritahu. Sesampai disana, aku masih belum tahu apa tugasku. Aku pikir yang Tuhan maksud adalah undangan-undangan kotbah selama di Holland. Kira-kira pada hari kelima aku di Belanda, saat aku di kamar sedang berdoa Tuhan bicara, “Nak, sudah siap untuk tugas yang akan Kuberikan?” kujawab, “Ya Tuhan.” “mintalah untuk diantarkan ke Red Light.” kata Tuhan. Aku langsung kaget, “apa Tuhan? nggak salah?” aku tahu Red Light adalah tempat pelacuran terbesar di Amsterdam, aku tidak bisa bayangin bagaimana tanggapan orang kalau tahu hamba Tuhan kok minta Jalan-jalan ke Red Light “Aduh celaka aku, Tuhan. Gimana kata orang nanti?” Tuhan jawab, “Kamu lebih takut orang atau mau nurut sama Aku?”. “Aduh…….iya…iya, tapi bagaimana menjawabnya kalau mereka tanya buat apa aku mau ke Red Light?”. Tuhan malah menjawab,”Bilang saja supaya kamu gaul dikit.” “ah Tuhan

kok ada-ada aja toh?”. Ternyata benar, waktu aku meminta pada tuan rumah mereka kaget tapi mereka tetap menuruti permintaanku.

Aku betul-betul shock dengan pemandangan di depan mataku saat menyusuri jalan-jalan sepanjang kawasan Red Light. Berbagai macam wanita dari macam-macam bangsa dan usia berlengak-lenggok dengan hanya memakai pakaian dalam saja di balik kaca seperti barang dagangan yang ditawarkan. Macam-macam perasaan deh didalam hatiku; takut, marah, sedih, kasihan, nggak tahu apa dan pikiranku melayang kemana-mana. “Ini toh tugasnya Tuhan?” “oh bukan,” kata Tuhan “kamu lihat-lihat saja, tidak usah banyak tanya!” Perjalanan malam itu singkat tapi terasa lama banget. Aku tidak tahu tugas yang dimaksudkan Tuhan sampai aku tiba dirumah tempat aku tinggal selama aku di Belanda. Aku masuk kamar dan mengunci pintu. Ketika membalikkan badan, “darah Yesus!!!!!!!” ada tamu tak diundang duduk diatas ranjangku. Sebegitu menakutkannya mahluk di depanku sampai tidak bisa ngomong apa-apa, apalagi teriak. I’m scared to death. Spontan aku tegang dan berdiri kaku, tidak dapat bergerak. Ketika ada sedikit kesadaran aku membalikkan badan mau membuka pintu tapi malam itu mendadak kuncinya susah sekali dibuka. Tiba-tiba Tuhan berbicara, “mau apa kamu?” sambil nangis aku menjawab “aku mau keluar Tuhan, aku takut!!!!!” “kembali ke ranjang” perintah Tuhan. Aku bilang, “nggak mau Tuhan, nggak mau.” Tuhan jawab “kalau kamu nggak mau Aku yang dorong kamu!”. Dengan berat hati aku berjalan mendekati tempat tidur sambil menengking mahluk perempuan jelek bergigi alien, yang ketawa-ketawa sambil mengejekku. Ternyata itu adalah roh perjinahan penguasa Red Light. Selama dua jam aku tengking, dia malah tertawa sampai aku kelelahan. Lalu tiba-tiba Tuhan menyuruh aku menyanyi dan menyembah Dia. Aku bilang “Bagaimana aku bisa nyanyi Tuhan? Wong orang ketakutan kog malah disuruh nyanyi.” Tapi Tuhan tetap menyuruhku menyanyikan lagu How great is our God. akhirnya aku nurut juga. Saat aku menyembah dengan pujian itu aku merasakan hadirat Tuhan di kamar tidurku. Aku merasakan dipelukNya. Aku menangis sejadi-jadinya dan lupa akan kehadiran si mahluk jelek tadi. Eh…tidak lama kemudian si “alien” berteriak kepanasan dan menyuruhku berhenti. Aku mengusirnya keluar dari kamarku dan memerintahkannya untuk tidak menggangguku ataupun keluargaku yang di Surabaya bahkan melarangnya kembali ke Red Light.

Aku belajar pengalaman baru malam itu. Aku tanya sama Tuhan kenapa selama dua jam aku tidak berhasil menengkingnya. Tuhan menjawab, “Karena kamu memang tidak bisa apa-apa. Saat kamu menjadi satu denganKu, kuasaKu mengalir melalui kamu.” Saudara, sebenarnya kita ini tidak becus apa-apa. Kalau kita menyembah Tuhan, kita menyatu dengan Dia dan kuasaNyapun mengalir kepada kita.

Sorry guys…aku nggak punya foto Red Light, soalnya disana dilarang bawa kamera apalagi video. Tapi buat gambaran roh perjinahan itu kira-kira giginya seperti ini…

(cuman badannya bentuk figur perempuan bermata merah).

Itu sebabnya orang yang terikat perjinahan susah banget pemulihannya. Tapi gimanapun juga kalau kita selalu membiasakan untuk menyembah Tuhan, Roh Allah akan hadir dan memerdekakan.

Berita gembiranya guys, dua bulan setelah itu aku dengar dan baca dari surat kabar bahwa banyak bagian dari Red Light ditutup oleh pemerintah Belanda. Betapa dahsyat kuasa yang terjadi kalau kita berjalan dengan Tuhan.


Holland….I’m Coming

Salah satu impianku sejak aku masih kanak-kanak adalah travelling ke negara lain. Selama ini aku sering ngantar teman yang mau ke luar negeri, ke bandara udara. Sering aku berpikir kapan ya giliranku yang akan diantar ke airport. Itu seperti mimpi yang sulit karena aku bukan orang yang punya banyak uang. Pernah aku bikin pasport dengan iman tapi toh ternyata tidak terpakai. “Bapa, aku pengen keluar negri boleh nggak?” kalau doa jangan kita sering minta tapi lebih tepatnya ‘menghimbau’ lalu Tuhan jawab, “kamu pengen keluar negri?” “Iya, Tuhan…aku pengen banget” jawabku spontan. Tuhan jawab “Oke, pertengahan tahun ya”. “Ha???bener Tuhan? kemana? begitu antusiasnya aku. “Tunggu nanti saja. Kejutan!!!” Ah, bisa-bisanya Tuhan buat orang penasaran. Waktu itu awal 2008. Pada akhir February, habis melayani di satu persekutuan, seorang wanita yang tak kukenal menghampiri, “Bu, maaf…saya mau tanya, apa ibu ada waktu kira-kira 2 minggu?” aku curiga ngapain ini wanita minta waktu lama banget. Habis aku tanya, dia jawab, “Saya mau bawa ibu ke Holland. Ibu kira-kira ada waktu lowong kapan?” Ha??? seperti kucing ditawari pindang, aku nggak mau pikir 2 kali…takut hilang pindangnya… langsung aja aku sergap, “kapanpun bisa kog, bu”. Akhirnya September 200b betul-betul menjadi waktu yang nggak mungkin aku lupain. Asyik !!! Ke luar Negeri juga akhirnya…. aku jadi inget waktu bulan januari aku dapat penglihatan bunga tulip. Nggak nyangka ternyata artinya aku mau dibawa Tuhan ke negeri bunga tulip. Life is so beautifulllll.

Dua minggu di Holland dan Belgia akan menjadi kenangan indah yang tak akan terlupakan karena itulah kejutan indah dari Bapaku tercinta, Tuhan Yesus yang menjawab impian anakNya.

akhirnya….. pasportku terisi juga dengan stamp imigrasi yang begitu aku impikan.

Anugerah Keselamatan

Kisah 4:12 “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun selain di dalam Dia…..”

Seorang pria meninggal dunia dan rohnya pergi ke surga. Ia disambut oleh Rasul Petrus di gerbang Surga. Rasul Petrus berkata, “Engkau memerlukan 100 poin untuk masuk surga. Caranya, sebutkan semua perbuatan baik yang telah engkau lakukan semasa hidupmu. Tiap-tiap perbuatan baik akan diberi poin sesuai dengan derajat kebaikkannya. Kalau engkau sudah mencapai 100 poin maka engkau berhak menjadi penghuni surga.”

“Baiklah,” kata orang tersebut, “saya telah menikah 50 tahun dan tidak pernah berselingkuh maupun berbohong terhadap istriku walau di dalam pikiran sekalipun. “bagus,” kata Petrus, nilainya 3 poin!”…”tiga poin?! kata orang itu dengan sedikit kecewa. “Baiklah saya selalu hadir dalam setiap kebaktian minggu, selalu membayar perpuluhan dan mendukung penuh pelanyanan pekerjaan Tuhan di gereja selama hidup saya.”

“Luar biasa!” kata Rasul Petrus.” hal ini sudah menghasilkan 1 poin.” satu poin? sekarang ia benar-benar merasa cemas.” Selain menjadi pelopor dapur umum untuk orang-orang miskin, saya juga bekerja di tempat penampungan untuk para veteran perang yang tidak punya rumah di kota saya.” “hebat, tambahan 2 poin lagi untukmu,”kata Rasul Petrus.

“Dua poin!??? orang itu berteriak. “dengan sistem penilaian seperti ini, satu-satunya cara untuk dapat masuk ke surga hanyalah dengan anugerah Tuhan!” rasul Petrus menganguk dan berkata,” Tepat, 100 poin untuk engkau! Masuklah anakku.!

Yesus adalah satu-satunya tiket untuk masuk kedalam kerajaan surga dan anugerah keselamatan itu sudah diberikan secara cuma-cuma. Bagi kita yang sudah percaya pada Yesus, kerjakanlah keselamatan itu dengan takut dan gentar. Percayalah hanya Yesus satu-satunya jalan untuk sampai kepada Bapa, Tuhan pencipta kita.

Mengasah Kapak

Yesaya 50:4-11 setiap pagi ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid

Pada suatu waktu hiduplah seorang tukang kayu yang bekerja pada pedagang kayu dan sang pemotong kayu memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin. sang majikkan membelikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. hari pertama sang pemotong berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata,”selamat, kerjakanlah seperti itu!”

Termotivasi oleh pujian majikannya, keesokkan harinya sang pemotong kayu bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon. Hari ketiga dia hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit.

“Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku,” pikir pemotong kayu itu. Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi. “Kapan saat terakhir anda mengasah kapak?” sang majikan bertanya. Mengasah? saya tidak punya waktu untuk mengasah karena saya sangat sibuk mengapak pohon.”

Kehidupan kita juga sama, Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak. Setiap orang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi tidak lebih berbahagia dari sebelumnya.

Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras. Tetapi janganlah mengabaikan hal-hal yang sangat penting dalam hidup, seperti memiliki kehidupan pribadi dengan Tuhan Yesus atau menyediakan waktu untuk membaca firman Tuhan.

Kita semua membutuhkan waktu untuk bersantai, untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh. bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dan kehilangan efektivitas. Jadi mulailah dari sekarang, memikirkan cara bekerja yang lebih efektif dan menambahkan banyak nilai kepadanya. Telebih nilai kekekalan.

We are too busy to pray, and so we are too busy to have power. We have a great deal of activitif, but we accomplish little. many services but few conversions. much machinery but few results. (R.A. Torrey)



Engkau Ada Untuk Sebuah Alasan

Engkau adalah sebagaimana engkau ada untuk sebuah alasan

Engkau adalah sebagaimana engkau ada sekarang untuk sebuah alasan.

Engkau adalah bagian sebuah rencana yang hebat

Engkau adalah sebuah desain yang berharga, unik dan sempurna, yang disebut pria atau wanita Allah yang spesial.

Engkau kelihatan seperti engkau sekarang adalah untuk sebuah alasan. Allah kita tidak pernah salah. Dia menenun engkau dalam rahim, engkau adalah orang yang sungguh ingin Ia ciptakan.

Orang tua yang engkau miliki adalah pribadi yang Dia pilih, dan tak peduli bagaimana perasaanmu tentang itu, mereka didisain secara unik dengan perencanaan pada pikiran Allah, dan mereka membawa materai dari Allah.

Ya, trauma yang engkau hadapi itu memang tidaklah mudah. dan Allah menangis bahwa itu telah menyakitimu sedemikian rupa, tapi itu diijinkan untuk membentuk hatimu sehingga engkau akan bertumbuh menjadi serupa dengan gambarNya.

Engkau adalah sebagaimana engkau ada sekarang untuk sebuah alasan, Engkau telah dibentuk oleh tongkat Allah. Engkau ada sebagaimana engkau ada sekarang.

Karena memang sungguh Allah itu ada!

(Russel Keller)



Doa Mengubah Segala sesuatu

Apakah doa itu dapat mengubah segala sesuatu? ya! Doa sungguh dapat mengubah segala sesuatu.

Apakah doa dapat mengubah suatu keadaan secara tiba-tiba? tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah caramu memandang situasi tersebut!

Apakah doa mengubah kondisi keuanganmu di masa depan? tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah kepada siapa engkau akan berharap untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari!

Apakah doa mengubah hati yang hancur atau tubuh yang rusak? tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah sumber kekuatan dan sumber penghiburanmu!

Apakah doa mengubah yang kau butuhkan dan inginkan? Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah kebutuhanmu menjadi sesuai keinginan Tuhan!

Apakah doa mengubah caramu melihat dunia? tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah dengan mata siapa kau akan melihat dunia!

Apakah doa akan megubah penyesalanmu di masa lalu? tidak,tidak selalu, tetapi doa akan mengubah harapanmu di masa depan!

Apakah doa mengubah orang-orang di sekitarmu? tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubahmu-Masalah tidak selalu terletak dalam diri orang-orang di sekitarmu!

Apakah doa mengubah hidupmu dengan cara yang tak dapat kau jelaskan? oh, ya, selalu! dan doa akan benar-benar mengubah seluruh dirimu!

Apakah doa SUNGGUH mengubah segala sesuatu? ya, doa SUNGGUH mengubah segala sesuatu

(Teressa Vowel)




Tuhan Tidak Menyukai Gerutuan

Tiga hari yang lalu anak kami Michelle periksa ke dokter gigi di jalan raya Kertajaya. Dia begitu takut karena giginya mau dicabut, badannya begitu tegang, raut mukanya terlihat sangat tegang ketika ia melihat dokter yang disampingnya membawa alat suntik. Setelah giginya dicabut, ia menghampiri kami berdua sambil menangis sesengukan. Kami berdua tidak tega melihatnya. Akhirnya untuk menghibur dan memberi penghargaan atas keberaniannya untuk cabut gigi, kami putuskan untuk membelikan NDS. sebuah alat permainan game yang sudah lama ia minta. Dua hari kemudian kami akhirnya membelikan NDS warna pink seperti yang dia inginkan. Kedua anak kami, Michelle dan Janice karena bingung menentukan siapa yang memakai NDSnya duluan akhirnya membuat Michelle meminta lagi untuk dibelikan NDS lagi. Tentunya kami dengan tegas menolak dan mengajarkannya untuk berbagi dan mensyukuri karena tidak semua anak bisa memiliki yang mereka miliki. Secara mengejutkan, Michelle malah mengatakan "aku nggak suka NDSnya karena tidak dibelikan dua". Ketika saya mendengar ini, saya merasa sangat kecewa, marah, menyesal dan berbagai perasaan tertolak dan tidak dihargai bercampur aduk menjadi satu. Betapa tidak, seharian kami mencari NDS untuk menyenangkan hatinya ternyata dia menggerutu. Saya betul-betul merasakan betapa rasa sayang dan kasih saya sama sekali tidak dihargainya. Saya merasa sangat tertolak dan terluka. Saat saya membelinya, terbayang di benak saya senyum cerianya saat nantinya dia menerimanya. Ternyata senyum yang saya tunggu-tunggu berganti dengan sungutan dan wajah cemberut. Saya merasa dia tidak menghargai betapa untuk membelikan barang yang ia inginkan tidaklah mudah untuk kami. Namun semuanya berbalik menjadi sangat menyakitkan. Saat itulah untuk pertama kalinya saya merasakan apa yang Tuhan rasakan ketika bangsa yang dikasihiNya tidak bisa menghargai pernyataan cinta dan kasihNya. Betapa kenyataan ini menyadarkan saya juga bahwa tanpa saya sadari, sayapun sering melukai hatiNya dengan mengomel dan tidak bisa mensyukuri segala pemberianNya. Dia membayangkan akan melihat keceriaan saya saat menerima berkatNya namun saya sering mengecewakanNya dengan sikap ketidakpuasan saya dan tidak dapat menghargai bahwa Ia telah melakukannya dengan segenap cinta. Sekalipun saya sangat mengasihi anak saya, namun sikapnya telah sangat melukai saya. itulah sebabnya mengapa Tuhan sangat membenci persungutan. Saudara, mari kita belajar untuk mensyukuri apapun pemberian yang Ia berikan untuk kita sekalipun mungkin tidak seperti yang kita harapkan, karena Ia melakukannya dengan segala cinta dan kasih sayang.

Eksekutif Bergaji Rp 8,8 M Bangkrut, Kini Jadi Pengantar Pizza

45 tahun, hidup Ken Karpman tampaknya nyaris sempurna. Lulus dengan gelar sarjana S-1 dan MBA (Master of Business Administration) dari universitas bergengsi UCLA ( University of California ), Karpman langsung mendapat kerjaan dengan gaji yang menggiurkan sebagai pialang saham. Dia pun bisa menikahi perempuan idamannya, Stephanie dan dikarunai dua anak. Mereka pun rutin berlibur ke tempat-tempat mahal di penjuru dunia.

Setelah 20 tahun meniti karir sebagai pialang, Karpman pun naik jabatan menjadi eksekutif perusahaan. Gajinya pun naik menjadi US$750.000 (sekitar lebih dari Rp 8,8 miliar) per tahun. “Saat itu hidup begitu indah. Kami bisa cetak banyak uang. Entah mengapa situasi itu kok tidak berlanjut?” kata Karpman dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi ABC.

Dari segala sisi, Karpman dan keluarga saat itu hidup dalam “Impian Amerika” (American Dream). Mereka tinggal di sebuah rumah besar di kota Tampa , Florida . Rumah mereka pun dilengkapi lapangan golf. “Saat itu saya sudah tidak tahu berapa harga barang-barang di toko. Pokoknya, tinggal bawa troli dan ambil saja,” kata Karpman.

Dia pun begitu percaya diri dengan kemampuannya mencetak banyak uang. Maka, tahun 2005 dia meninggalkan perusahaan tempat dia bekerja dan membuat usaha sendiri yang sejenis.Untuk mendirikan perusahaan sendiri sekaligus meningkatkan taraf hidup, dia Karpman dengan enteng mengeluarkan dana US$500.000 dari tabungannya. Seperti kebiasaan orang-orang Amerika, Karpman juga mengajukan kredit dalam jumlah besar dengan jaminan rumah.

Namun, badai krisis keuangan menerpa Amerika Serikat (AS). Karpman tak mampu menarik investor, sehingga perusahaannya bubar. Sejak saat itu, dia menjadi penganggur dan sulit mendapat kerja. Padahal, di masa lalu, Karpman tak perlu pusing mencari kerja. “Dulu, saat menjalani tes wawancara kerja, saya bisa jadi bersikap kurang ajar, karena justru sayalah yang sering menanyai si pewawancara, apakah perusahaannya cukup layak mempekerjakan saya,” kata Karpman dalam wawancara yang ditayangkan di laman stasiun televisi ABC. “Sekarang, justru saya yang kini berharap-harap minta kerja sambil memegang topi di tangan,”

Saat dia susah mendapat kerja, tabungannya ludes untuk keperluan hidup sehari-hari dia dan keluarga. Bahkan, keluarga Karpman kini harus menanggung utang ratusan ribu dolar dan rumah mewah terancam
disita pihak kreditur. Mereka pun tak mampu menanggung biaya pendidikan anak-anak di sekolah swasta yang mencapai US$30.000 (Rp 352,3 juta). Namun mereka bersyukur ada seorang dermawan yang membantu membiayai uang sekolah anak-anak mereka hingga tahun depan.

Maka, Karpman sudah bertekad, kerja apapun akan dia lakukan, asalkan mendapat uang. Dia pun bersedia turun derajat. Karpman tak lagi mencari posisi-posisi yang tinggi, maka dia sempat melamar sebagai bartender (peramu minuman), namun ditolak. Istrinya, Stephanie, kini juga akan menjual baju-bajunya yang bertumpuk-tumpuk di lemari pakaian di toko-toko loak.

Akhirnya Karpman mendapat kerjaan baru. Namun, bukan lagi sebagai eksekutif, melainkan sebagai pengantar pizza (roti isi khas Italia) di restoran Mike’s Pizza Deli di kota Clearwaer. Pemilik restoran, Mike Dodaro, bingung saat melihat Karpman datang ke tempatnya untuk wawancara kerja dengan mengendarai mobil mewah Mercedes Benz. Dodaro pun terkejut saat membaca CV (riwayat pendidikan dan pekerjaan) Karpman. Untuk menjadi pengantar pizza dari rumah ke rumah tak perlu harus bergelar MBA dan berpengalaman sebagai manajer pialang saham. Dengan kata lain, Karpman tergolong over qualified (bobot pendidikan dan pengalaman kerja terlalu tinggi untuk posisi kerja yang dia lamar). Namun, Karpman tetap mengambil lowongan itu. Dia rela kini digaji US$7,29 atau sekitar lebih dari Rp.85.000,- per jam belum termasuk tips.

Karpman pun tak peduli dengan reaksi istrinya yang kaget dengan profesi suaminya saat ini. ”Menurut saya, yang paling buruk adalah saat datang ke teman sambil berkata, ‘ boleh pinjam uangmu? Menjadi pengantar pizza pun sudah kemajuan,” lanjut Karpman.

Seringkali masalah itu datang tanpa permisi dan membuat perubahan dalam hidup kita. Kadang perubahan yang ditimbulkannya seakan akan merupakan kehancuran yang tidak dapat kita atasi. Namun ada satu pelajaran penting yang kita dapat dari cerita ini, apapun yang terjadi pada diri kita itu membuat kita semakin menjadi manusia yang lebih kuat dan lebih matang bila saat kita mendapat masalah mengambil reaksi yang benar.

Serahkanlah masalahmu kepada Tuhan maka engkau akan menyadari bahwa bebanmu menjadi ringan.

Awal Bahagia Yang Sangat Singkat

“Hari-hariku berlalu lebih cepat daripada torak, dan berakhir tanpa harapan. Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik.” (Ayub 7:6-7)

Setelah beberapa tahun menantikan hadirnya seorang anak, akhirnya hari yang membahagiakan itupun tiba. Dilahirkan sebagai yang tersulung pada saat itu merupakan hari-hari yang paling indah bagiku. Namun itu tidaklah berlangsung lama. Aku memiliki seorang mama yang dibesarkan dari keluarga yang sangat menderita dan miskin. Orang tuanya adalah seorang tukang cuci dan tenaga serabutan untuk membersihkan rumah orang lain. Namun mama merupakan seorang gadis yang sangat cantik sehingga begitu banyak orang yang tertarik kepadanya. Kelebihan itu yang membawa mama dinikahi seorang yang sangat kaya dan harapan untuk memperbaiki keadaan ekonomi keluarga pun datang. Aku dilahirkan dalam keluarga yang mapan dan penuh cinta pada awalnya. Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya saat-saat indah itupun sirna. Kekayaan keluarga seperti asap yang begitu cepat hilang. Itulah awal dari segala kehancuran dalam keluargaku. Ketidaksetiaan dan pengkhianatan mulai terjadi dan pernikahan orang tuaku pun hancur.

Pengikut